Rabu, 20 Januari 2010

prokem

KATA PENGANTAR



Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji hanya milik Allah, tuhan pencipta seluruh alam semesta beserta isinya yang telah menganugrahkan kepada kita nikmat terbesar yakni iman dan islam. Sehingga kita hidup sebagai saudara. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Allahumma shali ala sayyidina Muhammad waala ali Muhammad terlahir sebagai manusia sempurna yang diutus oleh Allah SWT. Untuk menyampaikan risalah-Nya, sehingga mampu merubah peradaban yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini .



Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas linguistic umum. Berisi pembahasan mengenai bahasa prokem yang merupakan salah satu lingkup disiplin ilmu sosiolinguistik. Materi atau bahan tulisan yang digunakan sebagai bahan revensi diambil dari skripsi yang berada di perpustakaan UNIB.



Akhirnya semoga apa yang ditulis ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis sendiri namun, juga dapat bermanfaat untuk orang lain yang membacanya. Tidak ada kesempurnaan selain milik Allah dan rasul-Nya maka penulis sadar akan kekurangan yang ada pada tulisan ini, penulis mohon maaf dan menerima kririk serta saran yang membangun guna kebaikan selanjutnya.





Penulis
















DAFTAR ISI



Kata Pengantar ii

Daftar Isi iii


  1. Pendahuluan 1

    1. Latar Belakang 1

    2. Rumusan Masalah 2

    3. Ruang Lingkup Masalah dan Batasan Masalah 2

    4. Tujuan 2

    5. Manfaat 2

  2. Metodologi 2

  3. Pembahasan 3

    1. Pengertian Bahasa Prokem 3

    2. Pemakai Bahasa Prokem 3

    3. Waktu Pemakaian Bahasa Prokem 3

    4. Wujud Bahasa Prokem 4

      1. Akronim 4

      2. Istilah Acuan 5

      3. Pembalikan Bentuk Kata 5

      4. Istilah Asing 6

      5. Prokem Khas Bengkulu 6

      6. Bentuk Kata yang Tidak Jelas Asal-Usulnya 6

  4. Penutup 9

A. Kesimpulan 9


Daftar Pustaka 10


I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG


Asal usul bahasa prokem yang bisa dilacak, dimulai sekitar paruhan dasawarsa 1950-an mula-mula di kalangan bromocoroh dan kemudian menjalar sebagai mode pada dasawarsa berikutnya di kalangan muda kota.

Kalau kita bertanya pada masyarakat yang tidak memahami bahasa prokem ini sama sekali, maka sebagian besar akan menjawab bahwa bahasa prokem itu adalah bahasa yang hanya di pakai para pemuda dan remaja dengan seenaknya saja tanpa mengacu pada ejaan yang benar menurut EYD atau Bahasa Indonesia yang baku.

Bila pertanyaan kita kemukakan pada para pemuda dan remaja yang paham akan bahasa prokem ini, jawaban yang di peroleh ternyata bervariasi. Ada yang mengatakan bahasa prokem adalah bahasa yang digunakan untuk mencari dan menunjukan identitas diri, bahasa yang dapat merahasiakan mereka dan kelompok yang lain ada pula yang menyatakan bahwa bahasa prokem adalah bahasa yang dikelola kembali agar pembicaraan mereka tidak dipahami oleh orang tua ataupun guru-guru yang sering melarang mereka sebelum sempat melakukan sesuatu.


B. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana wujud bahasa prokem ?

  2. Kapan bahasa prokem digunakan ?



C. RUANG LINGKUP MASALAH DAN BATASAN MASALAH

Bahasa prokem banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya remaja kota. Oleh karena itu tulisan ini membatasi kajiannya dalam lingkup kota Bengkulu.


D. TUJUAN

Untuk mengetahui bagaimana bentuk dan penggunaan bahasa prokem yang berkembang di daerah Bengkulu


E. MANFAAT

Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberi sedikit pengetahuan tentang perkembangan dan penggunaan bahasa parokem sehingga kita tidak menutup mata lagi akan perkembangan yang terjadi dari berbagai bahasa yang ada di lingkungan masyarakat terutama bahasa prokem yang telah menjamur di kota Bengkulu.



II

METODOLOGI

Tulisan ini dibuat berdasarkan dokumentasi dari buku-buku di perpustakaan UNIB, Yaitu skripsi, kamus linguistik umum, buku perkenalan awal sosiolinguistik, dan lain-lain ( studi pustaka )







III

PEMBAHASAN



A. Pengertian Bahasa Prokem


Menurut Lila (1990 ; 2) bahasa prokem adalah sejenis ragam bahasa khas atau juga bisa disebut rahasia yang digunakan kelompok tertentu untuk berkomunikasi sesama kelompoknya. Salah satu aspek yang menarik peneloran bintang-bintang pop misalnya pangrok dan punk Rock yang artinya tampang jorok’. Setun dan stone untuk Roling Stones, maksutnya ‘ganja’ dan ketagihan’ kecendrungan lain dan bahasa prokem adalah memanjang kata-kata yang sudah populer yang hasilnya cukup menyejutkan misalnya yang dicatat KBP (kamus bahasa prokem), adalah Djarum (demi janda aku rela mati), coca cola (cowok cakep cowok idola), dan salon (sarang lonte) Munsyi (1996:122-123).


B. Pemakai Bahasa Prokem


Bahasa prokem bukan mutlak milik para remaja, banyak golongan yang mantan remaja masih menggunakannya. Sebaliknya, tidak semua remaja mengenal bahasa prokem itu, Remaja yang cooper (kuper-kurang pergaulan), ,misalnya si kutu buku dan si anak mama tidak mengenal bahasa ini. Si kutu buku sibuk dengan PR dan belajar sedangkan si anak mama terlalu disayang mama sehingga tidak sempat bergaul (Jay Birno: 1981).

Kalau bahasa prokem ini dianggap mulai dari kaum remaja yang iseng, timbul pertanyaan dari mana masyarakat umum memahami bahasa prokem. Ternyata bahasa prokem ini justru mulai digunakan warga masyarakat yang pada saat munculnva itu sebagai tukang copet, tukang jambret, tukang peras, preman dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan tindakan kriminalitas Mereka ini yang sering menggunakan bahasa prokem selalu berkomunikasi dengan para anggotanya yang seprofesi dengan menggunakan bahasa tanpa sembunvi-sembunvi, akibatnva orang yang berada disekitarnya seperti pedagang asongan, atau orang lain yang berhubungan dengan orang-orang preman setiap hari, akhirnya lama kelamaan secara berlahan-lahan dapat memahami makna istilah-istilah yang digunakan oleh para preman ini.

Kelompok yang kemudian tertarik untuk mempelajarinya adalah para remaja yang masih sekolah ataupun para mahasiswa. Sekarang ini bahasa prokem dapat kila lihat pada majalah-majalah remaja seperti Aneka, Gadis, dan majalah Hai.


C. Waktu Pemakaian Bahasa Prokem


Bahasa prokem ini tidak dipakai dalam segala situasi dan kesempatan. Bahasa ini hanya digunakan dalam situasi santai untuk membicarakan masalah yang tidak serius. Kenyataan ini sesuai dengan pernyataan Presston dan Shuy (1979 ) mengatakan ragam bahasa (variasi) tertentu digunakan, antara lain menurut usia. situasi, dan topik pembicaraan. Jadi meskipun remaja, bila berbicara dengan topik yang serius dan situasi yang formal mereka akan menggunakan ragam baku.

Kalau di atas dikatakan bahwa bahasa prokem pada umumnya digunakan untuk membicarakan persoalan sehari-hari, maka ini berarti bahwa percakapan dilakukan dalam keadaan santai. Hal ini akan bertambah jelas bahwa kawan bicara mereka adalah rekan yang akrab dan merupakan anggota kelompok yang sama.


D. Wujud Bahasa Prokem


Penggunaan bahasa prokem yang ada atau berkembang di Kota Bengkulu dapat dibagi menjadi 6 (enam) wujud bahasa prokem:


1. Akronim


Adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dari suku kata dan deret kata yang diperlakukan sebagai kata (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 1995). Kosa kata prokem yang termasuk ke dalam wujud (bentuk) akronim dapat dibedakan menjadi empat yaitu :


  1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal, dan deret kata yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Kata-kata prokem yang tergabung dalam singkatan huruf awal jumlahnya tidak terlalu banyak, adapun contoh kata yang termasuk dalam kelompok ini adalah:


Kosa kata prokem makna

(1) /ABS/ ‘asal bapak senang’

(2) /LMD/’ ‘1okak makan daging’

(3) /MBA/ ‘mairec by accident

(nikah karena kecelakaan)’

(4) /KUHP/ ‘kasih uang habis perkara’


  1. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata tulis dengan huruf awal huruf kapital.

Kosa kata prokem makna

(1) /Harmoko/ ‘hari-hari makin omong kosong’

(2) /Masur/ ‘makan surang (makan sendiri)’

(3) /Rojali/ ‘rokok jarang beli’

(4) /Piktor/ ‘pikiran kotor’

(5) /Sukri/ ‘suka kritik’


  1. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata ataupun gabungan huruf dan suku kala dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Kosa kata prokem dalam bentuk ini banyak kita temukan penggunaannya dalam bahasa prokem oleh remaja Kota Bengkulu, contoh kosa kata dalam wujud ini adalah:


Bentuk kosa kata prokem makna

(1) /Gonjor/ ‘gondrong jorok’

(2) /Cogan/ ‘cowok ganteng’

(3) /Kutilang/ ‘kurus tinggi langsing’

(4) /Bonsai/ ‘boneng santai’

(5) /Gatek/ ‘gagap teknologi’


d) Akronim satu kata

(1) /fave/ ‘favonit’

(2) /1et/ ‘leting’

(3) /bd/ ‘bandar’

(4) /pp/ ‘papir’

(5) /Pt/ ‘putau’


2. Istilah Acuan


Penggunaan istilah acuan ini digunakan oleh para remaja, dengan cara acuan tersebut merupakan kemiripan bentuk. Bentuk/wujud dan sifat yang sama. Contoh kosa kata prokem dalam istilah acuan ini adalah sebagai berikut:


Kosa katu prokem makna

(1) /jangkis/ ’badan kurus’

(2) /kancing/ ‘ekstesi dan sejenisnya’

(3) /melinjo/ ‘peluru’

(4) /badak/ ‘kasar’

(5) /gersang/ ‘tidak disugui minuman’


Kosa Kata prokem, 1 ./jangkis/ 2. /kancing/. 3./melinio/ merupakan bahasa prokem kemiripan bentuk. Seperti kata, /jangkis/ merupakan mode pakaian yang ngepren saal ini. mode pakaian jangkis ini berbentuk ngepres dan sangat cocok digunakan oleh orang yang memiliki body yang sedikit kurus, sehingga di jadikan acuan bagi orang-orang yang memiliki badan kurus.

Kosa kata prokem /kancing/ sangat mirip bentuknya dengan obat yang berbentuk tablet, sedangkan kata /melinjo/ bentuknya mirip dengan bentuk peluru. Kosa kata prokem 4 . /badak/ dan 5. /gersang/ merupakan bentuk kata prokem yang mempunyai sifat yang sama. Kata badak diacukan menjadi bentuk yang kasar sesuai dengan bentuk kulit badak yang kasar dan kata /gersang/ diacukan dengan tidak disugui minuman sesuai dengan sifat gersang itu sendiri yang kekurangan air.


3. Pembalikan Bentuk Kata


Pembalikan bentuk kata atau metatesis adalah perubahan letak huruf atau bunvi dalam satu kata tanpa adanva perubahan makna. Walaupun jumlah kosa kata prokem dalam bentuk ini jumlah sangat sedikit tapi ada. Proses pembalikan ini dapat dilihat dalam bentuk -bentuk kata berikut ini

Makna Kosa kata prokem

(1) /obat/ /tabo/

(2) /sabu-sabu / /ubas/

(3) /sakaw/ /wakes/

(4) /syam/ /maya/

(5) /obati/ /bo?at/

Untuk kata nomor 1 obat, 2 sabu-sahu 3 sakau, 4 ayam, pembalikan kata di lakukan dengan urutan-urutan huruf dan awal menjadi akhir (pembalikan hurufnya teratur). Sedangkan kata 5 obat, pembalikan hurufnya tidak teratur.


4. lstilah Asing


Penggunaan istilah asing dalam penggunaan bahasa prokem oleh remaja kota Bengkulu dapat kita temukan walaupun jumlahnya sangat sedikit.kata-kata tersebut adalah:


(1)/MBA/ ‘maried because accident’

(2)/fangki/ ‘keren’

(3)/fool/ ‘lugu’

(4)/smac Down/ ‘adegan ranjang’

(5)/macho/ ‘gagah, jantan’


Penggunaan istilah asing dalam kata prokem merupakan peniruan remaja terhadap kata-kata sering digunakan dalam media masa. Khusus kata /smac down/ peniruan kata ini adalah dari tayangan olah raga yang disiarkan oleh stasiun TV RCTI namun dalam penggunaannya maknanya sudah diganti dengan makna yang konotatif yaitu adegan ranjang.


5. Prokem Khas Bengkulu

Contoh penggunaan kosa kata prokem yang digunakan oleh remaja yang merupakan khas bahasa Bengkulu sebagai berikut :

(1)/masur/ ‘makan surang (makan sendiri)’

(2)/ngijang/ ‘berbohong’

(3)/cekiding/ ‘bercinta’

(4)/indehoy/ ‘bermesraan’

(5)/kucing air ‘pembohong (pendusta)’


Kosa kata khas ini berasal dari Bahasa Daerah Bengkulu yang merupakan kreativitas Kota Bengkulu dalam membuat kosa kata prokem.

6. Bentuk Kata yang Tidak Jelas Asal Usulnya

Bentuk kata prokem yang sering digunakan oleh remaja Kota Bengkulu yang asal usulnya tidak jelas, bahkan jika kita tanyakan kepada penuturnya (remaja). Mungkin tidak mengetahui asal usul kata prokem tersebut secara pasti dan mereka hanya bisa menjawab bahwa kata itu memang sudah dan sering digunakan oleh teman-temannya.

Bentuk kata yang tidak jelas asal-usulnya ini dapat dikelompokkan menjadi dua (2) yaitu :

  1. Contoh kata-kata umum diberi pengertian khusus, seperti terlihat dalam bentuk-bentuk berikut ini:


Kosa kata Prokem Makna

(1) /pait/ ‘kurang ukuran’

(2) /rakit/ ‘melilit’

(3) /narik/ ‘ngisap’

(4) /cabut/ ‘pergi’

(5) /kentang/ ‘gantung/kurang’


Kelima istilah di atas merupakan istilah yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi penggunaan dalam bahasa prokem arti kata-kata tersebut sudah mengalami perubahan. Misalnya kata /pait/ dalam bahasa Indonesia berarti rasa pahit sedangkan dalam kata prokem diartikan sebagai ukuran kurang.


  1. Bentuk kata yang benar-benar tidak diketahui asal usulnya

Bentuk kata prokem dalam kelompk ini sangat banyak ditemukan atau digunakan oleh remaja.

Contoh kosakata prokem ini adalah :


Kosa kata Prokem Makna

(1)/mangun/ ‘tidak ada lokak’

(2) /qorien/ ‘kokain’

(3) /timik/ ‘cewek’

(4)/gendok/ ‘cewek’

Percakapan yang berisi unsur-unsur bahasa prokem dapat kita dengar dan kita lihat dimana-mana seperti melalui radio, televisi, koran, majalah di sekolah-sekolah bahkan di pinggir-pinggir jalan, bahasa prokem ini terutama banyak dipakai di kalangan remaja termasuk juga remaja yang ada di Kota Bengkulu. Namun demikian tidaklah semua remaja mengenal dan menggunakan bahasa prokem ini. Penggunaan bahasa prokem ini pun tidak digunakan setiap saat oleh para remaja. Dengan kata lain bahwa prokem ini hanya akan digunakan para remaja pada waktu mereka membicarakan masalah harĂ­-hari pada saat para penuturnya tidak berada dalam situasi resmi

Tentang keberadaan bahasa prokem ini, timbal untuk pertama kalinya sampai saat ini pun Belum ada yang mengetahui secara pasti. Namun mengingat bahasa prokem ini timbal akibat gejala sosial kebahasaan. Penulis dapat menyimpulkan bahwa bahasa prokem itu ada dan hidup sejalan dengan berkembangnya masyarakat bahasa. Terutama masyarakat bahasa yang berkompeten dengan bahasa prokem ini seperti kalangan remaja, kalangan pencuri, kalangan preman dan kalangan lainya. Para remaja di Kota Bengkulu ini cendrung mencampurkan segala macam pola ke dalam bahasa prokem, seolah-olah menganggap segala bentuk bahasa yang tidak baku merupakan bahasa prokem.

Bahasa prokem timbul di Kota Bengkulu disebabkan adanya peniruan-peniruan remaja Kota Bengkulu, terhadap pemmakaian bahasa prokem dari kota-kota lain seperti Yakarta, yang dijadikan segala tolak ukur kemajuan di berbagai bidang kehidupan oleh para remaja termasuk juga bahasanya,. Selain itu penggunaan bahasa prokem di Kota Bengkulu disebabkan pengaruh-pengaruh bahasa media cetak, dan media elektronik sering menampilkan bahasa ciri khasnya masing-masing.

Tujuan pengunaan bahasa prokem oleh remaja Kota Bengkumu dapat dibagi berdasarkan lingkungan pergaulan SeharĂ­-hari. Antara kelompok remaja yang satu dengan kelompok remaja yang lain memiliki tujuan penggunaan bhasa prokem yang berbeda-beda.

Adapun tujuan kelompok ini menggunakan bahasa prokem adalah supaya isi pembicaraan tidak diketahui oleh orang lain yang akan melarang mereka untuk melakukan sesuatu, seperti guru, polisi, orang tua mereka, dan orang-orang yang tidak senang dengan tindakan mereka. Kelompok kedua adalah kelompok remaja biasa-biasa saja atau kelompok remaja yang tidak terlibat kriminalitas (narkoba, sex, pencurian dan minutan keras). Adapun tujuan kelompok ini menggunakan bahasa prokem adalah untuk meningkatkan prestice (gengsi) di kalangan kelompok mereka, tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan keakraban di intern kelompok.

Berdasarkan tujuan penggunaan bahasa prokem oleh masing-masing kelompok, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara kedua kelompok tersebut yang paling mencolok adalah jika kelompok pertama (kelompok remaja yang bermasalah) lebih mementingkan aspek kerahasiaan dari bahasa prokem sedangkan kelompok kedua (remaja yang biasa-biasa saja) penggunaan bahasa prokem ini lebih mementingkan aspek keakraban.































IV

PENUTUP


KESIMPULAN


Remaja Kota Bengkulu dalam pergaulannya sehari-hari sering menggunakan bahasa prokem, terutama bahasa prokem ini digunakan oleh remaja yang sering kita kenal dengan debutan remaja gaul.

Penggunaan bahasa prokem di Kota Bengkulu ini dapat penulis bagi menjadi 2 (dua) kelompok. Pembagian kelompok ini berdasdarkan lingkungan pergaulan remaja itu sendiri, adapun kelompok tersebut adalah :

1. Kelompok remaja yang bermasalah (terlibat kriminalitas seperti, narkoba, sex, minuman keras dan lain-lain).

2. Kelompok remaja yang biasa-biasa saja (tidak terlibat kriminalitas seperti , narkoba, sex, minuman keras dan lain-lain).

Tujuan pengunaan bahasa prokem masing-masing kelompok tersebut memiliki perbedaan-perbedaan, kelompok 1 (satu) tujuannya adalah supaya isi pembicaraan tidak diketahui oleh orang lain yang bukan anggota kelompoknya terutama orang-orang yang akan melarang mereka melakukan sesuatu, orang tua mereka, guru dan pihak berwajib jadi dalam kelompok ini aspek kerahasiaan bahasa adalah hal yang paling penting. Sedangkan kelompok 2 (dua) tujuan penggunaan bahasa prokem ini adalah sebagai bahasa keakraban intern kelompoknya dan juga peningkatan gengsi bagi pemakainya, jadi aspek kerahasiaan bahasa bukanlah hal yang paling utama. Waktu bahasa prokem dalam penelitian ini dapat di bagi menjadi 6 wujud : (1) Akronim, (2) Istilah acuan, (3) Pembalikan kosa kata, (4) Penggunaan istilah Asing (5) Kosa kata prokem khas Bengkulu, (6) Bentuk kata yang tidak jelas asal usulnya.





















DAFTAR PUSTAKA


Ahyan, Ahmad. 2001. Penggunaan Bahasa Prokem di Kota Bengkulu ( skripsi ). Bengkulu.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta. PT . Asdi Mahasatya.

Kridalaksana, Harimurti. 1983. Kamus Linguistik Ed II. Jakarta. PT. Gramedia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar